Rabu, 12 Desember 2012

Apa itu cinta??


Aku tidak tau harus mulai darimana untuk berbagi keluh kesah ku yang terkadang menyita sedikit pikiranku dan saat ini masih menjadi Tanda tanya untuk diriku sendiri.

Aku masih berumur 20 tahun. Aku memang belum dewasa. Tapi aku juga tidak suka masih disebut Ababil alias ABG labil. Saat ini aku mencintai seseorang. Aku memakai bahasa ‘cinta’ yang sebenarnya aku ragu tentang  arti dari kata itu sendiri. Setiap orang punya devinisi sendiri tentang arti cinta. Terlalu dangkal kan jika ada sebagian dari manusia yang memperdebatkan arti cinta?

Aku sadar pacarku tidak akan suka jika dia tau aku mengumbar-umbarkan perasaan ku. Bukan hanya di sosial media saja bahkan dia tidak suka jika aku mengumbar-umbarkan perasaan ku di hadapan nya. Dia pria teraneh yang pernah aku kenal. ‘aku cinta banget sama kamu’, ‘aku khawatir dengan keadaan kamu’ itu adalah sedikit contoh dari kata-kata yang tidak dia sukai jika aku mengutarakan kepadanya. Yah, yang dia mau hanya bukti. Implementasi dari cinta.

Soal implementasi dari cinta, ada sebagian yang tidak aku pahami. Entah karena aku belum cukup dewasa atau apa, aku juga tak mengerti. Ada sebuah kata bijak yang berbunyi seperti ini “jika kamu mencintai seseorang, kamu adalah orang yang sangat bisa membuat dia sedih luar biasa dan bahagia tiada tara”. Aku menyetujui kata-kata itu. Kenapa sebagian dari kita saling menyakiti bila saling mencintai?? Itu yang sebenarnya tidak aku pahami.

Jika benar seorang gadis mencintai pacarnya, kenapa dia tega mengkhianati pacarnya dan menjalin hubungan dengan pria lain?? Jika benar sang istri mencintai suaminya, kenapa dia tega meninggalkan suami nya?? Jika benar sang suami mencintai istrinya, kenapa sang suami tak mencoba menahan sang istri yang meninggalkannya?? Tapi cinta tak pernah salah bukan?? Pacar dari pamanku memilih untuk meninggalkan kuliah dan keluarganya di Lampung demi hanya untuk tinggal bersama dengan pamanku di Jakarta. Kakak sepupuku memilih seorang pria untuk dia nikahi tapi pria itu bukan pacar nya. Sementara aku, mencintai seorang pria berusia 41 tahun dan memilih untuk bertahan bersama nya walaupun orang tua dan keluarga ku menentang.

Cinta tidak buta. Tapi kami lah yang membutakan diri kami sendiri. Bukan tanpa dasar. Karena ada sebuah keyakinan di hati kami. Kami memilih apa yang kami yakini. Menurutku tak ada yang salah dengan sebuah pilihan apalagi yang berkaitan dengan cinta, yang salah adalah ketika kau menyesal dengan apa yang sudah kau pilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar