Aku tidak tau harus mulai
darimana untuk berbagi keluh kesah ku yang terkadang menyita sedikit pikiranku
dan saat ini masih menjadi Tanda tanya untuk diriku sendiri.
Aku masih berumur 20 tahun. Aku
memang belum dewasa. Tapi aku juga tidak suka masih disebut Ababil alias ABG
labil. Saat ini aku mencintai seseorang. Aku memakai bahasa ‘cinta’ yang
sebenarnya aku ragu tentang arti dari
kata itu sendiri. Setiap orang punya devinisi sendiri tentang arti cinta.
Terlalu dangkal kan jika ada sebagian dari manusia yang memperdebatkan arti
cinta?
Aku sadar pacarku tidak akan suka
jika dia tau aku mengumbar-umbarkan perasaan ku. Bukan hanya di sosial media
saja bahkan dia tidak suka jika aku mengumbar-umbarkan perasaan ku di hadapan
nya. Dia pria teraneh yang pernah aku kenal. ‘aku cinta banget sama kamu’, ‘aku
khawatir dengan keadaan kamu’ itu adalah sedikit contoh dari kata-kata yang
tidak dia sukai jika aku mengutarakan kepadanya. Yah, yang dia mau hanya bukti.
Implementasi dari cinta.
Soal implementasi dari cinta, ada
sebagian yang tidak aku pahami. Entah karena aku belum cukup dewasa atau apa,
aku juga tak mengerti. Ada sebuah kata bijak yang berbunyi seperti ini “jika kamu
mencintai seseorang, kamu adalah orang yang sangat bisa membuat dia sedih luar
biasa dan bahagia tiada tara”. Aku menyetujui kata-kata itu. Kenapa sebagian
dari kita saling menyakiti bila saling mencintai?? Itu yang sebenarnya tidak
aku pahami.
Jika benar seorang gadis
mencintai pacarnya, kenapa dia tega mengkhianati pacarnya dan menjalin hubungan
dengan pria lain?? Jika benar sang istri mencintai suaminya, kenapa dia tega
meninggalkan suami nya?? Jika benar sang suami mencintai istrinya, kenapa sang
suami tak mencoba menahan sang istri yang meninggalkannya?? Tapi cinta tak
pernah salah bukan?? Pacar dari pamanku memilih untuk meninggalkan kuliah dan
keluarganya di Lampung demi hanya untuk tinggal bersama dengan pamanku di
Jakarta. Kakak sepupuku memilih seorang pria untuk dia nikahi tapi pria itu
bukan pacar nya. Sementara aku, mencintai seorang pria berusia 41 tahun dan
memilih untuk bertahan bersama nya walaupun orang tua dan keluarga ku
menentang.
Cinta tidak buta. Tapi kami lah
yang membutakan diri kami sendiri. Bukan tanpa dasar. Karena ada sebuah
keyakinan di hati kami. Kami memilih apa yang kami yakini. Menurutku tak ada
yang salah dengan sebuah pilihan apalagi yang berkaitan dengan cinta, yang
salah adalah ketika kau menyesal dengan apa yang sudah kau pilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar