Sabtu, 08 Desember 2012

Papa bertanya: Mengapa islam mengharamkan makan daging babi?


Suatu malam saya dan papa (pacar saya, dan begitulah saya memanggilnya) pernah membicarakan satu hal yang  bisa dibilang ‘berdebat’ tapi bukan saling menjatuhkan. Kami hanya sekedar sharing dan bertukar pendapat. Untuk yang belum tau saya seorang muslim dan papa non muslim. Disini saya tidak akan membahas kami berbeda agama. Dia pernah bertanya “mengapa islam diharamkan memakan daging babi?” aku tau dari pertanyaan nya itu tersirat ketidaksetujuan dari dia tentang adanya larangan yang ada di islam tentang diharamkannya makan daging babi.

Jujur aku adalah termasuk seorang muslim yang biasa-biasa saja, aku belum mempelajari islam terlalu dalam. Dari pertanyaan nya aku hanya bisa menjawab “Allah melarangnya yang tertera di Al-Quran”. Jangan tanya surat apa dan ayat berapa, tentu aku tidak tau. Aku hanya bisa menjawab seperti itu, karena aku berpegang pada Al-Quran, dan aku meyakini itu.

Untuk mencari tau jawaban yang lebih akurat, aku searching di google dan aku mengutip dari berbagai sumber. Aku akan posting disini. Aku berharap suatu hari si papa bisa membaca blog ku ini. Entah papa akan puas dengan jawabannya atau tidak. Karena aku tau prinsipnya adalah logika diatas segala-galanya. Hahahhaa.

Dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 173 dikatakan

Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 Dalam ayat tesebut jelas bahwa umat islam melarang makan babi, bangkai, darah, dan binatang-binatang lain yang tida disembelih atas nama Allah kecuali dalam keadaan amat sangat terpaksa. Kenapa? disinilah letak kuasa Allah. Segala apa yang diperintahkan atau diperbolehkan (halal) dan apa yang dilarangnya (haram) pasti berguna untuk manusia.

Allah berfirman dalam QS. Shaad [38] ayat 29 :

 Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.

Misalnya, ketika seorang muslim melakukan shalat dan ditanyakan kepadanya, mengapa dia shalat?, maka jawabannya adalah bahwa karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk shalat. Tentang shalat itu ada manfaatnya buat kesehatan atau ketenangan jiwa dan sebagainya, tidaklah menjadi landasan dasar atas shalatnya. Dan di situlah peran niat yang sesungguhnya. Demikian juga, tidak makan babi bukan karena takut ada cacing pita atau bukan karena penyakit-penyakit yang ditimbulkan menurut para ilmuwan, melainkan karena Allah SWT sudah mengharamkannya.

Seperti yang papa bilang sendiri, bukan untuk membanding-bandingkan yah pa, bahwa ada penganut budha dewi Kwan Im mengisahkan bahwa ayahnya direinkarnasi menjadi seekor sapi, itulah sebabnya mengapa sapi dianggap suci dan tidak boleh memakannya. Mungkin itu jugalah yang kemudian membuat para biksu dan pemuka agama budha untuk menjadi vegetarian atau tidak memakan yang bernyawa dan berdarah. Apa agama lain bisa menerima ajaran tersebut?? Saya yakin tidak. Tapi kalo dilihat dari sudut pandang penelitian dan pengetahuan tentang manfaat vegetarian bagi kesehatan, oh tentu pasti ada yang setuju.

Saya hanya ingin memberikan jawaban seperti ini saja, tidak ingin berdasarkan logika atau ilmu pengetahuan, penelitian tentang apa yang terkandung dalam babi, tentang kejorokan hidupnya, lemaknya yang tinggi, atau apapun karena papa bisa searching sendiri. Karena yang papa inginkan adalah dari kacamata islam.

Allah tidak membenci babi kok, Allah menciptakan segala sesuatu tentu bermanfaat. Babi pasti bermanfaat, tapi mungkin tidak untuk di konsumsi. Selagi masih ada makanan yang lain kenapa harus dipermasalahkan dengan satu jenis makanan atau hewan yang tidak bisa di konsumsi.

Sekian dari saya Pa. Salam cinta dari ku, heheehe. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar