Aku tak mengerti apa ini cinta sejati untuk mu..
Ketika semua orang menganggap bahwa kau iblis
Bagiku kau malaikat..
Jangan pernah takut..
Aku mencintaimu sekarang bahkan untuk seribu tahun lagi
Walaupun sang angin merayu dengan anggun, aku tetap tak bergeming
Kau tau mengapa?
Karena aku mendengar suara ketika Tuhan bertitah
Kemudian langit terang benderang
Seketika jutaan kupu-kupu menuntun ku menuju singgasana mu
Walaupun jika aku buta,
mungkin aku dapat tetap melihat siluet indah tubuhmu ketika fajar menyongsong
Kemudian jika aku juga tuli,
mungkin aku dapat tetap mendengar suara mu yang dengan lantang meneriakan namaku.
Aku tak mengerti apa ini cinta sejati untuk mu..
Ketika kau ragu dengan apa yang aku yakini,
pejamkanlah matamu..
Aku akan mencium mu hingga kau lemas
Rasakan darah yang mengalir deras di dalam tubuhmu
Tidakkah itu pertanda?
Bawalah aku ke tempat didunia mu yang kau anggap indah..
Peluk lah aku, dan jangan lepaskan
Bahkan ketika kau pun tertidur
Apapun yang membuat mu bahagia, maka perjuangkanlah. Walaupun akan ada orang-orang yang kau sakiti.
Selasa, 18 Desember 2012
Rabu, 12 Desember 2012
IDOLA
1. Adam Levine
2. Yamashita Tomohisa
3. Ariel
Nah, ini cwo yang akhir-akhir ini gue suka alias ngefans abis. Dengan nama lengkap Adan Noah Levine yang lahir 18 Maret 1979 ini bikin gue gregetan. Sumpah asli gue gag tau kalo dia itu vokalis nya Maroon 5. Pertama kali liat dia waktu dia jadi juri The Voice yang salah satu tontonan favorit gue. Gue suka dengan gaya dia yang cool dan berpakaian yang santai banget karena sering pake kaos setiap di acara The Voice.
Gak mau mati gaya, akhirnya gue searching di mbah google. OMG, ternyata dia itu vokalis nya Maroon 5. Okelah gue akuin gue emang gag tau siapa ajah para personelnya itu band. Karena emang gue gak suka dan gak ngefans. Yang gue tau lagunya cuma Moves like jagger, yang notabennya terkenal seantero dunia (menurut gue. hihihi)
Yah, semenjak itu lah mau gak mau gue jadi ikutan ngefans sama marron 5 dan mendownload lagu-lagunya. Pasang headset di telinga denger lagu-lagunya maroon 5, beeuuhh... berasa Adam lagi nyanyi buat gue. hahhaa. Untuk Adam, semoga sukses yah dan jangan sampe terpengaruh dengan gosip yang membicarakan kalau lu seorang gay. Dan sebagai fans lu , tentu gue gag setuju, gilaaa lu tuh secara maco abisss... hahhaa.
2. Yamashita Tomohisa
Sumpah gue itu salah satu cewek yang gak suka yang namanya boy band. Karena gue lebih suka cwo yang maco dan berkharisma gitu deh. Tapi semua terpatahkan saat pertama kali gue liat Yamashita tomohisa atau biasa di panggil Yamapi yang lahir tanggal 9 April 1985 itu perform dengan lagu Gomen ne Juliet.
Gue pecinta dorama. Dari masih kecil udah disuguhin sama drama-drama mandarin, korea dan Jepang sama tante-tante gue. Waktu jaman-jaman SMA gue punya temen yang juga pecinta dorama. Gue minjem kaset dorama sama dia yang judulnya Proposal Daisakusen. Bagi gue itu dorama Jepang terbaik sepanjang masa. Cerita nya unik banget. Dan kebetulan peran utama cwo nya si Yamapi. Dari situ gue demen banget ama dia. Dan kesukaan gue pada yamapi membuka jalan bagi gue untuk suka dengan boyband-boyband Jepang.
Yamapi multitalenta banget. Seorang aktor, penyanyi, dancer, model, bintang iklan yang tenar banget di Jepang dan sekitar Asia. Terbukti dia pernah konser di berbagai negara di Asia, kecuali Indonesia. Fuuh~ menyesakkan banget. Sampai sekarang pun gue masih demen banget sama yamapi. Semoga suatu hari nanti gue bisa pergi ke Jepang dan menonton konsernya. Amienn
3. Ariel
Nah, pastinya dari Indonesia juga pasti ada dong. Nama asli Nazril Irham yang lahir tanggal 16 September 1981 ini amat sangat terkenal di Indonesia. Pentolan band Noah ini dikenal juga dengan pencipta lagu handal. Hampir semua lagu-lagu dia gue suka.
Menurut gue dia satu-satu nya vokalis band berkharisma yang ada di Indonesia. Gue gag mau ngebahas kasus dia yang heboh itu. Karena walau bagaimanapun gue tetep nge fans sama ini cwo.
Apa itu cinta??
Aku tidak tau harus mulai
darimana untuk berbagi keluh kesah ku yang terkadang menyita sedikit pikiranku
dan saat ini masih menjadi Tanda tanya untuk diriku sendiri.
Aku masih berumur 20 tahun. Aku
memang belum dewasa. Tapi aku juga tidak suka masih disebut Ababil alias ABG
labil. Saat ini aku mencintai seseorang. Aku memakai bahasa ‘cinta’ yang
sebenarnya aku ragu tentang arti dari
kata itu sendiri. Setiap orang punya devinisi sendiri tentang arti cinta.
Terlalu dangkal kan jika ada sebagian dari manusia yang memperdebatkan arti
cinta?
Aku sadar pacarku tidak akan suka
jika dia tau aku mengumbar-umbarkan perasaan ku. Bukan hanya di sosial media
saja bahkan dia tidak suka jika aku mengumbar-umbarkan perasaan ku di hadapan
nya. Dia pria teraneh yang pernah aku kenal. ‘aku cinta banget sama kamu’, ‘aku
khawatir dengan keadaan kamu’ itu adalah sedikit contoh dari kata-kata yang
tidak dia sukai jika aku mengutarakan kepadanya. Yah, yang dia mau hanya bukti.
Implementasi dari cinta.
Soal implementasi dari cinta, ada
sebagian yang tidak aku pahami. Entah karena aku belum cukup dewasa atau apa,
aku juga tak mengerti. Ada sebuah kata bijak yang berbunyi seperti ini “jika kamu
mencintai seseorang, kamu adalah orang yang sangat bisa membuat dia sedih luar
biasa dan bahagia tiada tara”. Aku menyetujui kata-kata itu. Kenapa sebagian
dari kita saling menyakiti bila saling mencintai?? Itu yang sebenarnya tidak
aku pahami.
Jika benar seorang gadis
mencintai pacarnya, kenapa dia tega mengkhianati pacarnya dan menjalin hubungan
dengan pria lain?? Jika benar sang istri mencintai suaminya, kenapa dia tega
meninggalkan suami nya?? Jika benar sang suami mencintai istrinya, kenapa sang
suami tak mencoba menahan sang istri yang meninggalkannya?? Tapi cinta tak
pernah salah bukan?? Pacar dari pamanku memilih untuk meninggalkan kuliah dan
keluarganya di Lampung demi hanya untuk tinggal bersama dengan pamanku di
Jakarta. Kakak sepupuku memilih seorang pria untuk dia nikahi tapi pria itu
bukan pacar nya. Sementara aku, mencintai seorang pria berusia 41 tahun dan
memilih untuk bertahan bersama nya walaupun orang tua dan keluarga ku
menentang.
Cinta tidak buta. Tapi kami lah
yang membutakan diri kami sendiri. Bukan tanpa dasar. Karena ada sebuah
keyakinan di hati kami. Kami memilih apa yang kami yakini. Menurutku tak ada
yang salah dengan sebuah pilihan apalagi yang berkaitan dengan cinta, yang
salah adalah ketika kau menyesal dengan apa yang sudah kau pilih.
21 VS 42 #Kau merindukan anak mu
Malam ini hujan begitu deras. Aku terbangun. seperti biasa kulihat papa sedang berkutak dengan komputernya. Dia tak tau aku terbangun. Posisi ku membelakanginya. kami tinggal di sebuah kost yang bisa dibilang sederhana. sepetak ruangan dengan kamar mandi kecil. Tapi terasa nyaman bagiku. Yah, asalkan bersamanya tentu ini tidak masalah bagiku.
Aku masih tak bergeming. Sedikit melamun. Entah mengapa terlintas dari benakku tentang isi sms dari ex wife nya yang buka diam - diam tanpa sepengetahuannya. mengabarkan bahwa anaknya sedang liburan sekolah, bisa untuk di ajak jalan-jalan di Jakarta. Well, aku tak tau apa balasan dari papa, yang jelas itu tak terjadi.
Setidak nya ada dua dugaanku kenapa papa tidak membawa Kevin jalan-jalan ke Jakarta. Yang pertama karena ada aku dan kedua karena uang. Itu sudah cukup masuk akal. Aku sudah tinggal satu atap dengannya. Tentu keberadaanku mengganggu jika papa membawa Kevin ke Jakarta. Padahal aku bisa sementara waktu pulang kerumah orang tua ku jika papa yang meminta. Uang, yah itu sangat berpengaruh. Kita berdua memang tidak bekerja. Aku tau bebannya sangat berat. Untuk makan setiap hari, membayar sewa kost setiap bulan, bayar cicilan motor nya, asuransi, dan tentu saja hutang yang menumpuk. Tentu papa tidak punya uang untuk biaya transport Kevin dari Medan ke Jakarta.
Bagiku ini menyesakkan, apalagi untuk nya. Aku bisa kapanpun pulang kerumah dan bertemu keluargaku. tapi tidak untuk nya. Aku tak berani membahas ini dengan nya walaupun sebenarnya aku ingin tau apa perasaan dan isi hatinya. Tak ada yang bisa kulakukan untuk nya, bahkan untuk diriku sendiri pun aku tak bisa, aku hanya bergantung kepadanya. Aku ingin sekali bekerja, setidaknya aku tak ingin membebaninya.
Tersirat dari pancaran matanya kalau papa sangat merindukan anaknya. Aku bisa membacanya setiap kali dia bercerita tentang anaknya atau cerita-cerita dulu bersama anaknya. Entahlah, tak ada yang bisa kulakukan. Aku hanya berharap papa akan baik-baik saja dengan perasaan nya.
Sabtu, 08 Desember 2012
Papa bertanya: Mengapa islam mengharamkan makan daging babi?
Suatu malam saya dan papa (pacar
saya, dan begitulah saya memanggilnya) pernah membicarakan satu hal yang bisa dibilang ‘berdebat’ tapi bukan saling
menjatuhkan. Kami hanya sekedar sharing dan bertukar pendapat. Untuk yang belum
tau saya seorang muslim dan papa non muslim. Disini saya tidak akan membahas
kami berbeda agama. Dia pernah bertanya “mengapa islam diharamkan memakan daging
babi?” aku tau dari pertanyaan nya itu tersirat ketidaksetujuan dari dia
tentang adanya larangan yang ada di islam tentang diharamkannya makan daging babi.
Jujur aku adalah termasuk seorang
muslim yang biasa-biasa saja, aku belum mempelajari islam terlalu dalam. Dari pertanyaan
nya aku hanya bisa menjawab “Allah melarangnya yang tertera di Al-Quran”. Jangan
tanya surat apa dan ayat berapa, tentu aku tidak tau. Aku hanya bisa menjawab
seperti itu, karena aku berpegang pada Al-Quran, dan aku meyakini itu.
Untuk mencari tau jawaban yang
lebih akurat, aku searching di google dan aku mengutip dari berbagai sumber. Aku
akan posting disini. Aku berharap suatu hari si papa bisa membaca blog ku ini. Entah
papa akan puas dengan jawabannya atau tidak. Karena aku tau prinsipnya adalah
logika diatas segala-galanya. Hahahhaa.
Dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 173 dikatakan
Sesungguhnya Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan
binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi
barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya
dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat tesebut jelas bahwa umat islam melarang makan babi, bangkai, darah, dan binatang-binatang lain yang tida disembelih atas nama Allah kecuali dalam keadaan amat sangat terpaksa. Kenapa? disinilah letak kuasa Allah. Segala apa yang diperintahkan atau diperbolehkan (halal) dan apa yang dilarangnya (haram) pasti berguna untuk manusia.
Allah berfirman dalam QS. Shaad [38] ayat 29 :
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan
supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
Misalnya, ketika seorang muslim melakukan shalat dan ditanyakan kepadanya, mengapa dia shalat?, maka
jawabannya adalah bahwa karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk shalat.
Tentang shalat itu ada manfaatnya buat kesehatan atau ketenangan jiwa dan sebagainya, tidaklah menjadi landasan dasar
atas shalatnya. Dan di situlah peran niat yang sesungguhnya. Demikian
juga, tidak makan babi bukan karena takut ada cacing pita atau bukan karena penyakit-penyakit
yang ditimbulkan menurut para ilmuwan, melainkan karena Allah SWT sudah
mengharamkannya.
Seperti yang papa bilang sendiri, bukan untuk
membanding-bandingkan yah pa, bahwa ada penganut budha dewi Kwan Im mengisahkan
bahwa ayahnya direinkarnasi menjadi seekor sapi, itulah sebabnya mengapa sapi
dianggap suci dan tidak boleh memakannya. Mungkin itu jugalah yang kemudian
membuat para biksu dan pemuka agama budha untuk menjadi vegetarian atau tidak
memakan yang bernyawa dan berdarah. Apa agama lain bisa menerima ajaran
tersebut?? Saya yakin tidak. Tapi kalo dilihat dari sudut pandang penelitian
dan pengetahuan tentang manfaat vegetarian bagi kesehatan, oh tentu pasti ada yang
setuju.
Saya hanya ingin memberikan jawaban seperti ini saja, tidak
ingin berdasarkan logika atau ilmu pengetahuan, penelitian tentang apa yang
terkandung dalam babi, tentang kejorokan hidupnya, lemaknya yang tinggi, atau
apapun karena papa bisa searching sendiri. Karena yang papa inginkan adalah
dari kacamata islam.
Allah tidak membenci babi kok, Allah menciptakan segala
sesuatu tentu bermanfaat. Babi pasti bermanfaat, tapi mungkin tidak untuk di
konsumsi. Selagi masih ada makanan yang lain kenapa harus dipermasalahkan
dengan satu jenis makanan atau hewan yang tidak bisa di konsumsi.
Sekian dari saya Pa. Salam cinta dari ku, heheehe.
Senin, 26 November 2012
21 VS 42 #Mom, Dad, Brother, Sister, I'm so sorry
Aku sadar umurku masih belum
genap 21 tahun. Aku membuat pilihan. Aku meninggalkan rumah. Aku meninggalkan
orang tua dan keluargaku. Aku hidup bersamanya sekarang. Aku mencintai mereka.
Sungguh aku mencintai mereka. Aku berdusta pada keluargaku. Aku bilang telah
bekerja dan tinggal bersama temanku. Aku sudah siap dengan semua resiko yang
terjadi jika kebohongan ku terbongkar.
Aku berasal dari keluarga yang
biasa saja. Bahkan keluargaku pernah mengalami masa-masa sulit mengenai
keuangan. Gaji ayahku hanya cukup untuk makan kami sehari-hari. Ibuku lah yang
bekerja keras untuk membiayai sekolah aku dan kakak perempuanku. Beliau wanita
yang paling tangguh yang pernah aku kenal. Aku baru menyadarinya sekarang.
Ketika sudah berbulan-bulan aku berpisah darinya.
Jujur aku lebih akrab dengan
nenek ku daripada ibuku. Aku lebih dekat dengan paman ku dibandingkan ayahku.
Aku lebih percaya bercerita tentang percintaan ku kepada tante ku dibandingkan
kakak ku. Kini adik ku baru berumur 7 tahun. Aku sangat menyayangi nya. Sangat.
Aku akui aku memang berdosa. Aku
juga tidak menyangkal bila ada orang yang bilang kalau aku ini anak durhaka.
Aku tidak bisa membalas semua kebaikan orangtuaku. Aku malah mencoreng wajah
mereka dengan kelakuan ku. Aku tak bisa bayangkan bagaimana perasaan orangtuaku
ketika mendengar banyak orang yang membicarakanku. Aku juga tidak bisa
membayangkan bagaimana khawatirnya orang tuaku ketika anak perempuannya harus
berkeliaran tinggal diluar.
Beberapa bulan sebelum aku
memutuskan untuk meninggalkan rumah, ayahku sakit keras. Sampai harus
dioperasi. Ada tumor yang menempel di bagian usus besar dan ginjalnya. Semuanya
kacau saat itu. Keuangan kami terhimpit. Aku dan kakakku harus pinjam uang
kesana kesini untuk biaya rumah sakit ayahku. Tapi ibuku begitu tegar, aku tak
pernah melihatnya menangis atau mungkin dia berusaha menyembunyikannya. Ketika
ada tumor di tubuh ayahku, ibu tak menangis. Pada saat operasi yang kemungkinan
ayah ku untuk hidup 50 berbanding 50, aku tak melihat ketakutan seperti yang pernah kulihat ketakutan dan
kesedihan yang luar biasa terbungkus oleh butiran-butiran air matanya yang
menetes deras. Yah, dia menangis untukku. Untuk seorang anak perempuan nya yang
tidak berbakti padanya.
Aku tak tau lagi apakah masih ada
waktu yang tersisa untuk membahagiakan mereka. Aku ingin, ingin sekali membuat
mereka bangga. Kumohon tunggu, tunggu sampai aku bisa membahagiakan kalian.
Tuhan, aku merindukan mereka.
21 VS 42 #perbedaan status dan latar belakang
Indahnya makan satu bungkus
ketoprak berdua. Bukan karena irit, tapi aku tak habis jika harus makan
sendiri. Ditemani siaran tv perdebatan tentang UMP buruh. Di sela-sela makan
kami ikut berkomentar, malah terjadi perdebatan yang lebih seru, yaitu antara
kami berdua. Dia melenceng jauh dengan membanding-bandingkan dengan Negara
cina. Dia berpendapat perekonomian di cina jauh lebih terarah dengan sistem
yang lebih jelas. Aku hanya menganggu angguk ketika dia mulai memuji negara
yang terkenal dengan tembok raksasanya itu. Padahal dia kan warga Negara
Indonesia.
Dia keturunan tionghoa, berasal
dari Medan. Orang orang biasanya menyebut dengan ‘cina medan’. Dia banyak
bercerita tentang kebudayaannya. Seperti tradisi kelahiran, pernikahan, sampai
kematian. Itu sangat menarik karena tentu berbeda dengan kebudayaan ku. Ayahku
asli betawi sedangkan ibu ku indramayu. Kita saling sharing tentang kebudayaan
kita. Menurutku inilah salah satu perbedaan yang indah.
Satu hal yang paling aku tau
tentang tradisi mereka adalah mereka hanya menikah dengan sesama keturunan
tionghoa. Dia pernah bercerita yang hampir membuat ku down. Keluarganya paling
anti menikah dengan pribumi. Orang tuanya pernah bilang tak akan mengakui nya
sebagai anak jika dia menikah dengan pribumi. Dia pun punya pengalaman kelam
ketika dulu masih muda dia berpacaran dengan pribumi. Dia diusir dari rumah
sekaligus dari Jakarta. Dia harus balik ke Medan dan tidak boleh datang lagi ke
Jakarta jika belum mendapat pacar yang sesama keturunan tionghoa. Pelik memang.
Membuatku hopeless. Tak ada restu bukan hanya pada orang tua ku ternyata dari
pihaknya pun tidak merestui.
Istri terdahulu nya pun sama
dengannya cina medan. Aku tak tau bagaimana harus menceritakan tentang status
nya. Mereka tidak bercerai, tapi mereka berpisah. Selama ini aku berpura-pura
kuat dan baik-baik saja saat aku tau kalau dia sedang dan masih berkomunikasi
dengan ex wife nya. Begitulah aku menyebutnya. Aku tau apa yang sebenarnya
terjadi dengan hubungan mereka. Tapi aku mencoba membohongi diriku sendiri kalau
sudah tak terjadi apa-apa. Untuk saat ini masalah ini lah yang selalu membuatku
galau. Biasanya aku diam seribu bahasa jika aku sedang cemburu. Hanya itu yang
kubisa.
Dia mempunyai satu anak. Namanya
Kevin. Bukan anak kandung melainkan anak adopsi. Tapi apapun sebutannya kevin
tetaplah anaknya. Bahkan ada harapan yang ia titipkan di pundak kevin layaknya
seorang ayah kepada anak kandung nya. Dia banyak bercerita tentang kevin. Aku
bisa menerimanya. Aku juga ingin tau lebih banyak tentang kevin. Tapi jujur aku
tak suka jika ia bercerita tentang ex wife nya. Apalagi mengenang
kebaikan-kebaikannya. Kevin ataupun ex wife nya sampai detik ini tidak tau akan
keberadaanku.
Aku tak menyalahkan papa seratus
persen dalam hal ini. Dari awal aku memang sudah tau situasi nya. Dia berkata
jujur padaku tak ada yang dia tutup-tutupi. Justru aku lah yang mendorong diriku
sendiri lebih jauh ke dalam. Aku harus menerima semua kondisi ini. Aku
terlanjur mencintainya. Terlambat bagiku untuk mundur ataupun menyerah. Aku
belajar untuk tidak peduli dengan kondisi ini. Aku sama sekali tak ingin
memikirkan ex wife dan anaknya. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Aku tak
mau peduli dengan perasaan mereka. Aku tak mau tau bagaimana perasaan mereka
jika tau keberadaanku. Aku tak mau menyalahkan diriku sendiri atas apa yang
sudah terjadi. Sampai kapanpun aku tak merasa bersalah. Aku tak merebutnya dari
mereka. Mereka yang membuangnya. Mereka meninggalkannya. Aku menemukannya dalam
keadaan dimana dia butuh seseorang untuk menemani nya.
Apa aku jahat? Silahkan beropini
demikian. Malah seharusnya ini tak adil bagiku. Seharusnya aku bisa mendapatkan
yang lebih baik dari ini. Seharusnya aku bisa lebih bahagia. Mungkin karena itu
papa pun bilang aku tak salah dalam hal ini. Apapun yang aku rasakan dan apapun
yang aku lakukan itu wajar. Aku bisa melihat kesakitan dimatanya saat dia pun
tau aku sakit menahan semua ini.
“jangan menyesal apa yang sudah
terjadi, lebih baik kita memikirkan apa yang akan terjadi” kata-katanya itu
yang membuatku lebih kuat kini. Kuharap untuk selamanya.
21 VS 42 #kami berbeda keyakinan
Kami saling kenal karena kami
dulu bekerja di tempat yang sama. Disebuah perusahaan batubara yang masih baru
dirintis. Awalnya kami sekedar rekan kerja. Walaupun kami bukan satu divisi
tapi pekerjaan kami saling berhubungan. Dia sebagai manager operasional yang
lebih banyak bekerja di lapangan. Sedangkan aku hanya seorang admin yang
memantau pengiriman dan apa-apa saja yang terjadi di lapangan.
Sesekali dia ke kantor untuk
laporan. Dia pernah melihatku mengenakan mukena. Aku hendak shalat dzuhur di
lantai bawah tepatnya di meeting room. Dia tak sengaja lewat dan melihatku. Aku
pun yang memulai shalat tau jika ada orang yang lewat. Dia tersenyum padaku dan
aku pun membalas senyumannya.
“Ih ngapain diliatin Pak Akiet,
aku kan mau solat , malu kalo diliatin” Kataku kepadanya yang tak juga beranjak
pergi. Begitulah dulu aku memanggilnya.
“Ye, shalat mah shalat ajah,
emang gak boleh kalo diliatin?” Tanyanya tanpa merasa berdosa.
“Bukannya gak boleh Pak, aku malu
kalo shalat diliatin nanti aku jadi gak konsen” Kataku jujur.
“Oh gitu. Oke deh” Katanya sambil
cengar-cengir.
Aku melanjutkan shalat ku.
Sebenarnya tidak terlalu konsentrasi. Sebab dia masih di lantai bawah di ruang
resepsionis. Kenapa aku begitu was-was? Karena dia itu orang yang usil. Bisa
saja dia tiba-tiba lewat dan memperhatikanku saat aku shalat. Tapi,
kecurigaanku itu salah. Dia masih duduk dengan manis sambil mengobrol dengan
petugas resepsionis. Aku kemudian menghampirinya sekaligus mengembalikan mukena
yang tadi aku pinjam dari petugas resepsionis.
Tanpa di duga dia berkata “saya
senang lihat kamu pakai mukena, saya suka” . beberapa detik kemudian aku
tersipu malu sekaligus kagum. Dia non muslim, tepatnya beragama budha tapi bisa
memuji ku yang mengenakan mukena.
Ketika kami sudah menjalin
hubungan, tentu ini bukan perkara mudah. Ini menjadi percakapan penting. Aku
tak tau mengapa dengan berani dia berkata akan masuk ke agama ku. Aku tau dia
tidak akan main-main dengan perkataan nya dan aku mengagumi itu. Walaupun
begitu sudah hampir satu tahun kami menjalani hubungan ini, ia masih tetap
menganut agamanya. Aku pun tak ingin memaksanya untuk sesegera mungkin
berpindah ke agama ku. Aku hanya ingin dia sadar sendiri untuk bertanggung jawab
dengan apa yang dia katakan.
Pernah aku merasa risih saat ketika
dia pergi bersama keluarganya untuk sembahyang di vihara. Maaf kalau ini
terlalu riskan untuk di bahas, tapi inilah yang memang terjadi. Pernah ada
suatu kejadian dimana aku tak mau mencium bibirnya kalau dia habis makan babi.
Ya sudahlah, aku tak ingin
membahas ini lebih jauh. Walaupun banyak percakapan-percakapanku dengan nya
mengenai masalah ini. Intinya kami berbeda keyakinan.
21 VS 42 #usia kami berbeda jauh
25 November 2012, pukul 21.45 aku
berbaring di kasur berukuran single. Nyaman memang karena ketika aku menolehkan
kepalaku ke kiri kulihat seorang laki-laki hampir separuh baya sedang konsen
berkutak dengan komputernya. Laki-laki itu berumur 41 tahun. 4 bulan lagi dia
akan bertambah usia. Aku biasa memanggilnya “Papa”. Dia bukan ayahku. Dia adalah
kekasih ku.
Sesekali aku melirik ke arah tv
yg di biarkan menyala tanpa satupun dari kami berdua yang fokus menonton siaran
sepak bola AFF Cup Malaysia kontra Singapore. Tak begitu menarik bagiku apalagi
dia yang sedang sibuk. Terkadang dia sedikit menjelaskan tentang apa yang
sedang ia kerjakan. Menunjukkannya kepadaku sambil menggerak-gerakkan mouse.
Aku fokus melihat monitor mengikuti arah kursor. Aku tidak begitu mengerti yang
ia jelaskan, atau mungkin lebih tepatnya aku mengerti setengah dari yang ia
jelaskan. Entahlah aku sedang tidak mood untuk berpikir hal-hal yang berat. Aku
sedang nyaman berbaring sambil menghayal hal apapun yang membuatku senang.
Aku hampir berumur 21 tahun. Aku
tidak suka dibilang dewasa dan aku jauh lebih tidak suka dibilang masih ABG.
Tinggi ku tidak lebih dari 158 cm. berat badanku hanya 43 kg. bisa dibayangkan
betapa kecilnya aku. Bahkan banyak orang yang bilang aku masih cocok mengenakan
pakaian seragam sekolah menengah. Aku pun sering sekali mengeluh kepada nya
tentang betapa tidak sukanya aku punya badan yang kurus. Dia selalu berkata
“bagi papa seperti ini tidak kurus kok. Papa suka, tidak usah begitu keras
ingin menaikkan berat badan. Seperti ini saja sudah cukup bagi papa”. Aku suka
kata-katanya itu. Setidaknya dia mau menerima ku apa adanya.
Aku menyukai apapun yang ada pada
dirinya. Rambut yang sudah agak memutih, kumis lumayan tebal, sedikit kerutan
yang mulai terlihat diwajahnya, aku menerima nya itu seperti dia menerima
kondisi badanku yang kurus. Aku tidak ilfeel sama sekali dengan kondisi nya.
Tentu aku sangat mencintainya. Aku tidak buta. Dia adalah laki-laki dewasa yang
sangat aku kagumi. Bahkan dia jauh lebih membuatku bergairah di bandingkan
dengan laki-laki yang seumuran denganku. Ingin bilang hubungan kami aneh atau
tidak wajar? Silahkan, sudah terbiasa kami mendengarnya. Itu seperti makanan
sehari-hari untuk kami.
Aku sadar ini tidak mudah. Banyak
sekali bisikan-bisikan dan pengaruh dari orang-orang terdekatku. Mereka
berpikir aku sedang berada di masa peralihan yang terkadang bisa melakukan
apapun diluar logika. Dengan keras kepala aku bertahan dengan pilihanku. Hingga
kemudian berkembang stigma-stigma buruk tentangnya dikalangan keluarga ku dan
orang-orang terdekatku.
Dia laki-laki dewasa yang jauh
lebih keras kepala dari ku. Tapi dia menyebutnya dengan prinsip yang tak bisa
di pengaruhi oleh orang lain kecuali aku. Dia pernah berkata “siapapun tidak
ada yang bisa menyuruhku untuk meninggalkan mu, tidak orang tua mu, tidak orang
tua ku, kecuali kau sendiri yang menyuruhku untuk meninggalkanmu”
Tuhan aku sangat mencintainya.
21 VS 42
Cerita ini bukanlah kisah nyata.
Cerita ini juga bukan semuanya fiksi.
Ada hal yang benar
Ada yang mengarang
Ada yang di lebih-lebihkan
Biarlah hanya aku, dia , dan Tuhan yang tau
Rabu, 21 November 2012
Entahlah
Ketika masih kecil aku selalu ingin cepat besar. Aku ingin melakukan apa saja yang orang dewasa lakukan. Aku ingin keluar malam tanpa ada orang yang berkata “hei nak, ini sudah larut malam”. Aku bisa nonton konser band favorit ku. Aku selalu menghayal dengan siapa nanti aku akan berpacaran. Cowok siapa yang akan menciumku untuk pertama kali. Menghayal akan seperti apa pengantin priaku dan bagaimana megah nya pesta pernikahan ku nanti.
Dan sekarang aku merasa sudah cukup besar.
Lalu apa yang terjadi??
Semua tak seperti apa yang aku bayangkan .
Semuanya berbeda.
Hubungan ku dengan orang tua ku tidak begitu harmonis. Aku tak punya pekerjaan yg cukup menjanjikan. Dan semua terasa lengkap ditambah hubungan percintaan kita yg begitu rumit. Rumit sekali. Setiap memikirkan nya membuat kepala ingin pecah.
Aku mencintaimu. Lebih tepatnya sangat mencintaimu. Sampai sekarang pun aku tak bisa tau mengapa aku begitu mencintaimu. Aku tak mempunyai alasannya. Itu yang membuatku terlihat bodoh karna aku tak pernah bisa menjawab pertanyaan orang-orang.
“Mengapa kamu mencintainya?”
“Kok bisa kamu mencintainya?”
“Sejak kapan kamu mencintainya?”
“Apa yang kamu harapkan darinya?”
Aku sama sekali tak bisa menjawab semua pertanyaan itu. Sungguh aku tak tau. Bukannya aku ingin protes kepada Tuhan. Tapi aku selalu menyesalkan kenapa aku tidak dilahirkan 20 tahun lebih awal. Seandainya itu terjadi, aku pasti akan bisa menjawab semua pertanyaan orang-orang. Dan seandainya aku bertemu dengan mu 20 tahun lebih awal, mungkin semua nya tak menjadi serumit ini.
Kau begitu indah. Entahlah, aku mengartikan kau semacam narkoba. Seingin apapun aku melepas mu dalam pikiran ku, dalam hidupku, tetap saja tak bisa. Membunuh perasaan ku terhadapmu sama saja seperti aku membunuh diri ku sendiri. Sungguh aku tidak bisa tidak mencintaimu.
Kita sudah terlalu jauh berlari, Mustahil bagi kita untuk berhenti apalagi kembali ke belakang. Aku tau apa yang akan ada di depan sana. Tak peduli seberapa banyak nya airmata, aku ingin tetap bersamamu. Tak peduli jika aku harus tersakiti. Dan aku tak peduli siapa saja yang harus aku sakiti. Karna aku juga ingin bahagia. Aku ingin bahagia bersama mu.
Dan mengapa kau tidak pernah percaya kalau aku begitu mencintaimu? Kau selalu meragukan kesetiaanku. Aku harus bagaimana lagi. Bahkan percakapan kita tadi terdengar begitu menyakitkan. Kau masih bertanya “Apa kau mau terima?” Seharusnya kau orang yang paling tau apa jawaban ku. Aku tak kan menyerah. Semua orang terdekat ku sudah tau tentang kita. Dan kau pun tau apa yang terjadi antara aku dengan mereka. Lalu kenapa kau mengutarakan kepadaku apa yang akan terjadi antara kau dengan orang terdekat mu?? Mungkin kondisi nya memang sedikit berbeda. Tapi apa yang terjadi padamu pasti akan terjadi juga dengan ku. Kita sama-sama menanggung akibat bukan?? Jadi ini seharusnya bukan menjadi masalah.
Aku tidak tau akan berakhir seperti apa. Katakan apa yang harus lakukan jika kita memang tak berjodoh?? Bisakah kita merubahnya?? Sungguh aku tak ingin bersama orang lain. Sungguh, aku hanya ingin bersama mu.
Langganan:
Komentar (Atom)


